Minggu, 22 Oktober 2017

Asmida65: Ruas 21o2017 "hati"

Jakarta, 21 s.d 22 Oktober 2017
Ruas (Renungan Asmida) pagi ini terinspirasi dari cerita salah seorang penyanyi yang tampil di Kompas TV, yang jujur kalau tidak disebutkan oleh pembawa acara  dan ustadz, penulis tidak kenal, betul tidak kenal dengan wajah baru tsb yang dulu rupanya pernah menghiasi layar kaca setelah disebutkan namanya, samar2x penulis cube mengingat wajah tsb  rasanya pernah mendengar namanya, setelah sekian lama dengan banyaknya pendatang baru hampir tak ingat lagi dengan penyanyi tsb. Setelah menengok tayangan ini, penulis menebak nebak mungkin aja sipenyanyi ada, tapi karna sudah wajah baru jadi tidak tau. Sambil menunggu masuk sholat subuh, sambil meminum juice pokat yang baru di minum (Alhamdulillah tak basi) karena ketiduran dan terbangun kira2x jam 04.00 saking penatnye kegiatan di hari jumat, penulis tidak habis pikir mengapa penyanyi tsb sampai pada keputusan utk merubah wajah sebab dia tidak cacat atau ada hal 2x tertentu yang mengharuskan operasi dilakukan, namun itulah hidup, semua ada konsekkuensinya, walau sudah diingatkan, oleh orang tua khususnya ayah sekalipun demi cantik, demi segala tetek bengek tuntutan cantik,  demi membahagiakan yang dicinta semua dilakukan yaitu operasi plastik yang dilakukan beberapa kali, namun tetap ada yang kurang dan diingatkan oleh ustad dalam bahasa gamblangnya jangan operasi lagi, begitu juga menurut hemat penulis. Penyesalan memang sering datang terlambat, dalam pengucapan yang tidak lepas (penulis tidak tau apakah memang begitu gaya bicaranya dari dulu) dalam pandangan penulis, dia juga mengingatkan orang lain agar tidak melakukan hal tsb, dalam ucapan ada penyesalan di hati, apalagi mendengar ucapan suami yang kira-kira rindu melihat wajah lama. Apa mau dikata wajah lama tidak akan kembali, wajah baru  hasil kecanggihan tekhnologi, telah merubah segalanya tapi tidak akan mampu merubah hati yang menyesal, pelajaran yang sangat beharga untuk kita renungkan.
Narasi, gambar dan proses edit oleh: 
Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M. Pd


Senin, 03 Juli 2017

Beraye 1438 H di Kota Sagu Selatpanjang (27 juni s.d 1 juli 2017)


Beraye 1438 H di selatpanjang 27 juni s.d 1 juli 2017
Tahun ini hari raye 1438 H, pade lebaran ketige penulis berangkat ke selatpanjang tempat penulis dibesarkan, bermain bersame kawan-kawan yang sekarang sudah dengan kehidupan masing-masing apepun bentuk dan kisahnye, mase bermain waktu kecik dengan segale tingkah polah anak-anak merupekan kenangan untuk menjadi tahapan pembelajaran saat menanjak besar memasuki masa pertanggung jawaban utuh pade diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Kini kota yang kucintai walau bukan tempat kelahiran tapi disinilah segala aktivitas bermule sejak penulis berumur 2 (due) tahun inilah kampungku selain kampung tempat tumpah darahku pasirpangaraian tepatnye kotalama kecamatan kunto darussalam kabupaten rokan hulu. Hari ini 30 juni 2017, penulis bersame kakak raja muda asmiwati dan kemenakanda anggi mengunjungi keluarga di banglas dan rintis setelah itu kami beraun menengok semaraknye hari raye, Alhamdulillah masih seperti dulu mase aku masih tinggal di selatpanjang menempuh pendidikan dari SD sampai SMA. Sekolahku yang cantik, rapi,bersih sejak dulu SD Negeri 3 Selatpanjang yang sekarang berganti name menjadi SD Negeri 2, tiap lewat dekat sekolah pasti teringat mase-mase di didik dengan disiplin tinggi hampir dalam segale hal oleh bapak/ ibu guru yang amanah dalam mengemban tugasnye. Kemeriahan masih terase, begitu juge dirumah sejak penulis sampai tgl 27 juni 2017 tamu masih berdatangan baik keluarga, maupun tetangga tue mude, anak-anak beraye begitu juge  malam lampu bewarna warni menghiasi rumah, tempat2x permainan. Penulis yang duduk bebonceng dengan kemenakanda anggi , santai  mengamati lalu lintas kota sagu saat berhari raye. Udah penat keliling, saatnye makan bakso ikan khas selatpanjang rencananye miso tapi sudah habis setelah itu lanjut mencari mie goreng untuk bawak balek, hobbi kakak. Kalau balek selatpanjang hal yang dicari selain makanan khas mie sagu yang dimasak dengan bumbu khusus oleh kanda asmiwati, juge ikan laut selatpanjang yang masih segar dibuat  gulai sempedas, di pepes pakai daun pisang alamatlah makan betambah hehehe.....udah itu ade lagi mie kuah kacang dll pokoknye sedap2x semue kueh muehnye, ditambah pulak minuman favorit kopi selatpanjang salah satu kopi andalan selain kopi aceh yang biase penulis beli dari wulan yang sekarang sudah di negeri orang kulit putih. Sebelum balek penulis tak lupe membeli kopi dan sagun, yang dengan ligat dibeli kemenakanda anggi, selain itu oleh2x yang sangat spesial yaitu buku untuk TBM ALChttp://tbmalc.blogspot.com. Kegiatan lain saat penulis disane selain beraun dan so pasti bekodak juge menikmati tanaman pekarangan keliling rumah baik bunge, sayuran, buah2xan salah satu yang sudah mulai panen adalah buah kuini, Alhamdulilah dapat yang masak pokok. Tanaman ditata oleh tangan dingin kanda raja muda asmiwati yang sudah malang melintang dibidang tersebut salah satu kegiatan mengisi masa pensiun selain sebagai penasehat di L2PTS. Berikut beberape gambar saat penulis beraye di selatpanjang.






Penulis berdiri dipinggir kapal meranti sambil menikmati indah dan tenangnye sungai siak






Hempasan ombak laut





Bekodak dulu diteras rumah sebelum jalan2x nengok suasana hari raye di selatpanjang, 27 juni 2017


Membace kilat sambil menunggu warga bekemas




penulis bekodak bersame kanda raja muda  asmiwati, sebelum dan saat perjalanan di becak pergi berhari raye ketempat abang saudare di rintis dan keluarga di banglas tgl 30 juni 2017

Sebelum kepelabuhan tanjung harapan selatpanjang yang tak berape jauh dari rumah, bekodak bersame si khusus qisya anak kemenakanda icuk yang datang  kerumah oma, tau die oma usunye mau berangkat tgl 1 juli 2017 ke pekanbaru cucu yang baik... qisya semangat....

Dipelabuhan antri sebelum masuk kapal meranti. Sambil menunggu bekodak dengan kemenakanda anggi (pakai helm)



Itulah sedikit moment hari raye 1438 H  di kota sagu selatpanjang
(27 juni s.d 1 juli 2017)
Sampai jumpe.....
Gambar diambil oleh: Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M. Pd dan Anggraini Pawesti