Jumat, 23 Juni 2017

Rusida: Pembelajaran dari yang telah pergi

Rusida: Pembelajaran dari yang telah pergi.
Oleh: Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M. Pd



Puasa Ramadhan tahun 1438 H sebentar lagi akan berlalu meninggalkan umat islam yang menjalankannya, hanya hitungan hari gemuruh orang membangkitkan bangun sahur akan hilang, baik yang diluar rumah maupun anggota keluarga dirumah untuk makan sahur agar esok harinya lebih kuat saat  ber aktivitas sesuai pekerjaan masing-masing. Ya Allah...begitu cepatnya waktu, baru kemaren rasanya seluruh umat muslim didunia mengucapkan selamat datang bulan suci Ramadhan, bermaaf maafan kini tak berape hari lagi behari raye, biasenye orang tua dan keluarga dirumah sibuk mempersiapkan berbagai pemakan untuk disantap saat berbuke maupun sahur namun mendekat hari yang fitri ini kesibukan betambah untuk menyambut hari kemenangan. Balek ke puase tadi tahun ini memang begitu cepat, entah berbagai kesibukan baik formal maupun nonformal atau memang waktu yang berputar cepat entahlah, namun tahun ini menurut hemat penulis, luar biasa panas kalau sudah balek beraktifitas langsung melepe dilantai depan tv nengok siaran berita di tv one maupun acara keagamaan damai indonesiaku, berita di news tv, cnn, dan mnc muslim, tapi telepas semue itu Alhamdulillah dapat dijalani dengan baik terimekasih Allah...
Sekarang disela sela dekat hari raye hiruk pikuk warga menyambut hari kemenangan, kueh mueh semue dipersiapkan sesuai kemampuan masing-masing, begitu juge baju baru khusus anak-anak, sedangkan pe ulis sendiri belum ade meninjau untuk diri sendiri. Perbedaan puase tahun ini, tidak adenye lagi kakanda amri raja muda (alm) yang telah kembali ketempat yang abadi 9 (sembilan) bulan yang lalu karne sakit paru-paru yang tidak disadari telah bersemayam begitu lame, hal yang mengejutkan sebetulnye mengingat alm tidak pernah merokok, minum kopi aje tidak apelagi minuman beralkohol, memang diluar nalar tapi itulah nyatanya. Belum lagi pedih itu hilang tepatnye 2 (due) bulan kemudian kemenakanda dedy dermawan (alm) pergi untuk selama lamanya yang setau penulis karne sakit panas selain itu hanye pemilik jagad raya beserta isinye yang tau. Kite kembalikan aje pade kehendak yang punye roh, jalannye saje yang berbeda, permintaan telah sampai perencanaan Allah siape yang akan mampu melawan tidak akan pernah ada. Semue sudah lengkap dengan perjanjian masing-masing untuk pertanggung jawaban sendirian dialam sana, pembelajaran bagi yang masih hidup dan mau berpikir serta mampu berpikir, berusaha untuk menjadi yang terbaik, gunakanlah otak untuk berpikir, saling mengingatkan, menasehatkan dalam kebaikan bukan kejahatan, kalau kejahatan tidak perlu diajarkan karna dia sudah ada dalam aliran darah setiap anak manusia.

Senin, 24 April 2017

Cepatnya waktu

Cepatnya waktu tak terasa sudah 7 (bulan) kepergian kanda amri raja muda selama lamanya tgl 20 september 2016, sehari setelah kepulangan penulis dari tanah suci menunaikan ibadah haji, kemudian 2 (dua) bulan setelah itu duka kembali menyelimuti, dedy darmawan kemenakanda anak tunggal kanda raja muda sarvini semata wayang istilah yang sering terucap di masyarakat pergi untuk selama lamanya 5 (lima) bulan telah berlalu sejak tgl 17 november 2017, walau tanda sudah ada tapi memang tidak akan terbaca karna dia samar, akhirnya semua tinggal cerita untuk dirangkai. Allah maha berkehendak apa yang mampu kita katakan, kini tinggal pertanggung jawaban yang akan diungkai dihadapanNya tanpa bisa mengelak dan dielak, kini hanya bacaan ayat suci alquran yang dapat dilantunkan untuk membantu meringankan segala kesalahan yang telah dilakukakan.









Kubur kemenakanda dedy darmawan yang telah 5 bulan meninggal dunia, nampak bersih terawat juga telah dirapikan oleh sang mama sehingga memudahkan yang berusia sudah tidak muda khususnya saat ziarah kubur membace surah yasin dengan disiapkannya bangku di dekat pinggir kubur. 




ziarah ke kuburan kanda amri raja muda yg telah 7 bulan meninggal dunia pergi menghadap sang pemilik jagad raya beserta isinya, dengan berbagai tumpukan PR yang belum selesai.

Penulis (jibab putih), kanda raja muda asmiwati (jilbab ungu), raja muda sarvini (jilbab hitam), kemenakanda farida (jilbab hijau), cucunda fahri anak kemenakanda yanti (baju merah), saat ziarah kubur.

Fhoto koleksi pribadi: 
Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M. Pd


Senin, 10 April 2017

Acara FLS2N Hotel Alfa Pekanbaru



Peserta bernyanyi bersama diiringi lantunan lagu melayu 

Peserta Pantomim Fhoto Bersama

Fhoto Koleksi Pribadi Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M. Pd

Sabtu, 01 April 2017

Umpun towung asam sepokok depan umah

Fhoto dan edit oleh :
Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M.Pd

Sai...oleh2x oma

Suasana sai oleh2x, yudi,joti,ai, ibu and oma serbu....
Serbu...berbagai makanan kueh mueh, buah2xan anggur dan buah mato kucing (bahaso koto lamo) dibawa oma vini dari jakarta oleh2x... Alhamdulilah... thanks oma..., yang di selatpanjang sabar ye nanti dikirim hehehe...ade lagi kiriman si mbak dari jakarta, mantap mbak rendangnya, terimekasih.

Fhoto dan narasi oleh :
 Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M. Pd