Minggu, 12 November 2017
Asmida65: hampir 33 tahun tak jumpe
Asmida65: hampir 33 tahun tak jumpe
Tak terase perjalanan waktu, mengantarkan kite akan berbagai makna kehidupan
Fhoto koleksi pribadi:
Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M. Pd
7 November 2017
Senin, 06 November 2017
Sabtu, 04 November 2017
Asmida65: Senyum terakhir, selamat jalan ayah
Asmida65: Senyum terakhir, selamat jalan ayah.
Hari ini 4 November 2017, adalah 28 tahun yang lalu Ayahanda H. Raja Muda Depang pergi untuk selama lamanya. Inilah terakhir aku melihat ayah, melihat senyumnya, selamat jalan ayah, kini hanya makanan doa yang dapat ananda kirimkan semoga ayah diberi kelapangan dialam barzah, Aamiin.
Hari ini 4 November 2017, adalah 28 tahun yang lalu Ayahanda H. Raja Muda Depang pergi untuk selama lamanya. Inilah terakhir aku melihat ayah, melihat senyumnya, selamat jalan ayah, kini hanya makanan doa yang dapat ananda kirimkan semoga ayah diberi kelapangan dialam barzah, Aamiin.
Fhoto terakhir th 1989, saat mengantar ayah ke kampung Kotalama Kec. Kunto Darussalam, selesai menghadiri wisuda aku januari 1989. Dalam gambar al: aku pakai baju belang merah putih disampingnye makku Hj. Tengku Sribanun, kanda H. Amri Raja Muda dipinggir sekali, sedangkan ayah sudah duduk di dalam bus yang akan mengantar beliau kekampung, siapa sangka inilah pertemuan terakhir, tidak ada yang tau rahasia Allah. Walau sudah ikhlas, tapi terisak jua.
Asmida65: Edisi sebelumnye Alhamdulillah Trims Allah
Edisi sebelumnye, bersama untuk berbagi, beberape fhoto kenangan.
Fhoto koleksi pribadi:
Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M. Pd
Bersambung....
Asmida65: Alhamdulillah selesai babak 1 dapat bersama untuk berbagi
Jumpa lagi di edisi Alhamdulillah selesai babak 1 dapat bersama untuk berbagi, Trims Allah.
Fhoto Koleksi Pribadi: Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M. Pd
Kamis, 02 November 2017
Asmida65: Ceria: Tidak Akan Pernah Lenyap
Ceria (Cerita Asmida) g11o2017: Tidak Akan Pernah Lenyap
Oleh: Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M. Pd
Kini, suaramu terngiang ditelingaku, sudah sangat lama hilang dan hilang dalam setiap waktu berganti sampai jumlah tahun bertambah, membisu dalam marah dan luka yang tak terjawab, walau aku ingin menjawab tapi aku tidak mampu menjawab, luka itu semakin menganga entahlah. Aku hempas semuanya, aku tutup hingga satupun tak mampu membukak.
Sudah terlalu lama waktu memisahkan kita dengan tanya mungkinkah berjumpa, bertahun tahun semua membisu, tanpa kata apalagi kalimat, tanpa sapa apalagi cerita, ketawa. Himpitan sedih tidak mampu membuat tawa walau sebaris dibibir yang tidak lagi muda, begitu juga gigi sudah tidak ada walau belum tanggal semua, itulah adanya. Diam dalam marah dengan tumpukan tangis gundah, menyesak, menghentak, terkelopak, terkoyak, terhentak, terserak namun tetap tak hendak, biar siksa sendiri, menyiksa hati, semua sepi, senyap tapi tidak lenyap dan tidak akan pernah lenyap.
Pekanbaru, 11o2017 s.d 2n2017
Oleh: Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M. Pd
Kini, suaramu terngiang ditelingaku, sudah sangat lama hilang dan hilang dalam setiap waktu berganti sampai jumlah tahun bertambah, membisu dalam marah dan luka yang tak terjawab, walau aku ingin menjawab tapi aku tidak mampu menjawab, luka itu semakin menganga entahlah. Aku hempas semuanya, aku tutup hingga satupun tak mampu membukak.
Sudah terlalu lama waktu memisahkan kita dengan tanya mungkinkah berjumpa, bertahun tahun semua membisu, tanpa kata apalagi kalimat, tanpa sapa apalagi cerita, ketawa. Himpitan sedih tidak mampu membuat tawa walau sebaris dibibir yang tidak lagi muda, begitu juga gigi sudah tidak ada walau belum tanggal semua, itulah adanya. Diam dalam marah dengan tumpukan tangis gundah, menyesak, menghentak, terkelopak, terkoyak, terhentak, terserak namun tetap tak hendak, biar siksa sendiri, menyiksa hati, semua sepi, senyap tapi tidak lenyap dan tidak akan pernah lenyap.
Pekanbaru, 11o2017 s.d 2n2017
Langganan:
Postingan (Atom)

































