Sabtu, 09 Februari 2019

Asmida65 : Panen tomat bersame ai

Video, gambar dan proses edit :
Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M.Pd 
Penerbit: alc publishing 2019 

Asmida 65 : Edisi ai membukak celengan bersame oma

Video dan proses edit :
Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M.Pd 
Penerbit: alc publishing, 9 februari 2019 

Video malam ini 9 februari 2019 saat ai dan oma membukak celengan lanjut ai menghitung tabungannye Alhamdulillah... bak kate pepatah orang melayu "sikit sikit lame lame jadi bukit" yang penting belajar menabung sejak kecil suai...Selamat menyaksikan. Salam ALC ✊Yes

Selasa, 05 Februari 2019

Asmida65 : Ruas 05 Februari 2019 tentang pasti

Hari ini di pagi yang dingin karna hujan yang mengguyur kota Pekanbaru yang bertuah baru kutau saat disampaikan joti pangkat cucu dari anak kemenakan kami yanti. Begitu lelahnya aku sampai tak perasan tertidur, saat berkutat di depan komputer entah sampai jam berapa tak taulah hanya Dia yang maha tau sang penentu segala galanya. 
Ruas (Renungan Asmida) kali ini seperti biasa muncul di benak dan langsung aku catat kalau tidak akan hilang menguap begitu saja (biasanya saat dikamar kecil atau diperjalanan). Ruas ini pada dasarnya tentang Filsafat, yang begitu gamplang dipaparkan oleh Prof. Yufiarti beberapa tahun lalu,  menambah ilmuku pada kajian filsafat yang sudah terbiasa penulis kecil bahas bersama (alm) ayahanda H. Raja Muda Depang selain Matematika cintaku, sastra serta politik dan hukum disedikit pertemuan yang ada dan yang tersisa saat ayah ke Selatpanjang tempat kami besar dan bersekolah sedangkan ayah pindah dan tinggal menetap di Kota lama Pasirpangaraian Rokan Hulu. 
Dialog yang sangat menarik di ruang perkuliahan beberapa tahun lalu itu membayang saat penulis coba mengambil beberapa sisi dari hiruk pikuk berbagai pandangan yang mengemuka, mencoba mencerna dari berbagai sumber, tidak berhenti mengingatkan diri sendiri khususnya bahwa kita berbeda dan menyikapi perbedaan membuat kita ada. 
Berikut ruas khususnya untuk diri sendiri serta yang mau dan mampu berpikir saja. 



Ruas, narasi, fhoto, proses edit, tata letak: 
Dra. Hj.Raja Muda Asmida, M.Pd 

Penerbit: alc publishing, 05 Februari 2019 Pekanbaru 


Selasa, 22 Januari 2019

Asmida 65 : Ruas dalam Hujan Jakarta 22012019

Ruas seperti biasanya muncul dalam berbagai kesempatan dan harus cepat penulis tulis, kalau tidak menguap begitu saja. Inilah ruas penulis yang menyikapi perbedaan pandangan antara yang punya hajat dg warga masyarakat diberbagai kelas dan latar belakang pendidikan, ekonomi, pengalaman, dan berbagai sudut pandang lainnya tentang pemilihan moderator utk acara pesta lima tahunan tsb, sebenarnya  boleh2aja aja ya siapapun menyampaikan aspirasinya sebagai negara yang dijamin kebebasannya dalam menyampaikan pendapat tentunya ada koridor yang harus disikapi agar tidak menerjang macam bendungan yang jebol  hehehe itu menurut pendapat ku. Sebab ibarat suatu sistem tidak ada yang benar-benar terbuka juga tidak ada yang benar-benar tertutup, tutup dan buka hanya pada besarannya itu kesimpulanku sejak dulu sejak muda sampai saat ini dan diperkuat oleh pandangan2 pemaparan Dr. Tiko saat perkuliahan manajemen sistem beberapa tahun lalu.  Begitu juga saat penulis membaca disalah satu media dan pendapat beberapa kalangan yang tulisannya atau percakapan yang sangat menarik, santai untuk menambah wawasan dalam berbagai hal politik, seni, filsafat pokoknya positif  menurutku sebagai koreksi diri yang terus belajar menyikapi berbagai kekurangan ( orang lain terserah mereka bukankah hidup itu pilihan dan perbedaan) kita tidak bisa memaksa namun ada baiknya saran dicermati tapi terlepas semua itu penulis percaya NS bisa profesional kalau iya ditunjuk sebagai moderator kalau tidak terlampau banyak yang ia pertaruhkan. Inilah ruas penulis menyikapi hal tsb. 
Ruas: Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M.Pd 

Fhoto, proses edit dan tata letak:
Dra. Hj.Raja Muda Asmida, M.Pd 
Penerbit: alc publishing, 22 Januari 2019 Jakarta 
@asmidalearningcenter 

Minggu, 13 Januari 2019

Asmida 65 : 16 Tahun sudah perjalanan itu terhenti

Begitu cepat waktu pergi meninggalkan kita dengan berbagai kenangan cerita yang tak mampu dilukiskan dengan kata - kata, hari ini tgl 13 januari 2019 sudah 16 tahun (13 januari 2003 - 13 januari 2019) lamanya ibunda Hj.Tengku Sribanun binti H. Tengku Said pergi untuk selama lamanya meninggalkan dunia menuju alam barzah yang abadi membawa berbagai luka yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, banyak cerita yg membuat air mata ini tidak bisa berhenti bila mengingat sosok tangguh yang sangat baik tersebut, sosok yang mencoba tegar dalam luka yang tidak pernah kering, walau tidak mampu diungkapkan dengan kata-kata tapi aku sangat memahaminya karna tiap luka juga ada aku disana yang mencoba tegar dan berdiri kokoh agar pohon-pohon kecil tidak diinjak dan terinjak, dan pohon yang mulai besar tidak tumbang. Kini hanya kenangan berbagai momen saat mak  masih ada puluhan tahun yang lalu saat dirumah lama, penulis pun tidak ingat fhoto pastinya  tahun berapa. Berikut fhotonya yg sudah penulis gabung dan fhoto terpisah yang penulis fhoto kembali dari album sebagai kenangan sepanjang hayat. Ya Allah sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesilapan,  ampuni dosa ibuku Hj. Tengku Sribanun binti H. Tengku Said tempatkan dia di surgaMu Ya Allah.... , Aamiin 


Fhoto asli yang digabung kemudian dilengkapi dengan keterangan lainnya secara lengkap menggunakan kecanggihan tekhnologi 


Fhoto asli dalam proses penggabungan 

Fhoto saat hari raye tapi tidak ingat apekah hari raye Idul Fitri atau Idul Adha, saat ini kami tinggal di jl. Ahmad Yani Pekanbaru, masih ngontrak

Fhoto ini saat kami jalan-jalan kalau tak salah nengok pameran, biasenye pergi saat penulis libur. 

Fhoto saat mak tertawa momen yang  sangat jarang ditemukan, ini saat hari raye